cover-facebook-2015

Catatan Kuliah

Fungsi Manajemen Menurut F.A. Stoner

Dari definisi manajemen yang dipaparkan Stoner, dapat kita lihat langsung apa saja yang menjadi fungsi dari manajemen. Stoner mengatakan bahwa”Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan”.

Sekarang jelas bahwa fungsi manajemen menurut Stoner ada empat yaitu perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian.

Kemudian Stoner merumuskan keempat fungsi manajemen itu sebagai berikut:

  • Perencanaan (planning) menunjukan bahwa para manajer memikirkan tujuan dan kegiatannya sebelum melaksanakannya. Kegiatan mereka biasanya berdasar suatu cara, rencana, atau logika, bukan asal tebak saja.
  • Pengorganisasian (organization) berarti para manajer itu mengkoordinir sumber daya manusia dan sumber daya bahan yang dimiliki organisasi. Sejauh mana efektifnya suatu organisasi tergantung pada kemampuannya untuk mengerahkan sumber daya yang ada dalam mencapai tujuannya. Tentu saja, dengan makin terpadu dan makin terarahnya pekerjaan akan menghasilkan makin efektifnya organisasi. Mendapatkan koordinasi yang sedemikian itu adalah salah satu tugas manajer.
  • Memimpin (to lead) menunjukan bagaimana para manajer mengarahkan dan mempengaruhi bawahannya, menggunakan orang lain untuk melaksanakan tugas tertentu, Dengan menciptakan suasana tepat, mereka membantu bawahannya bekerja sebaik mungkin.
  • Pengendalian (controlling) berarti para manajer berusaha untuk meyakinkan bahwa organisasi bergerak dalam arah tujuan. Apabila salah satu bagian dari organisasi menuju arah yang salah, para manajer berusaha untuk mencari sebabnya dan kemudian mengarahkannya kembali ke tujuan yang benar.

Faktor Keberhasilan Perusahaan

Didalam buku ini, Kurt Nagel memaparkan 6 kunci keberhasilan perusahaan yaitu; strategi, organisasi, sumber daya manusia, gaya kepemimpinan, sistem informasi, orientasi pelanggan.

Namun, hal-hal tersebut juga memiliki beberapa dasar-dasar yang penting yaitu:

Prinsip-prinsip bisnis dasardan sistem-sistem target/kontrol.

  • Organisasi yang berorientasikan strategi.
  • Pemakaian potensi pegawai dengan lebih baik.
  • Sebuah gaya kepemimpinan yang efisien.
  • Sistem-sistem informasi dan komunikasi yang market intelligent
  • Mempraktikkan orientasi pelanggan

Benang yang menghubungkan kunci-kunci keberhasilan disuplai melalui orientasi pelanggan dan sistem-sistem informasi. Orientasi pelanggan sebenarnya telah dipromosikan secara luas selama paling tidak dua dekade namun dalam prakteknya manajemen bisnis sering sekali tampak asing.

Sekarang ini semakin dianjurkan bahwa adalah jauh lebih sensible untuk menempatkan pelanggan ditengah-tengah pemikiran seseorang dan untuk menempatkan biaya-biaya terkait sebagai operating overheads (biaya overhead pengoperasian) yang diperlukan daripada memperlakukan kepentingan pelanggan sebagai cost center (pusat biaya) yang tersendiri.

Dukungan penting untuk semua faktor keberhasilan disediakan oleh sistem informasi yang tersedia yang berasumsikan tempat yang lebih tinggi dalam aktifitas perusahaan.

Faktor-faktor ini bukan hanya dilihat sebagai kesempatan untuk rasionalisasi yang efektif namun lebih sebagai sebuah faktor dalam menangkap peluang-peluang pasar secara lebih kompetitif.lebih jauh lagi, sistem-sistem informasi yang efisien mempunyai efek positif pada faktor-faktor keberhasilan lainnya.

Sebagai contoh, pengaruh teknologi informasi dan komunikasi modern pada faktor-faktor keberhasilan dapat dilihat inter aksi dalam hal-hal berikut:

  1. Prinsip-prinsip bisnis dasar dan sistem-sistem target/kontrol
    Keterbukaan yang lebih luas bagi semua yang terlibat
    Transmisi lebih cepat ke pasar
    Reaksi cepat dari pasar
    Sebuah representasi dari realitas yang selengkap mungkin
    Pemasukan dan pencatatan data pada waktu yang tepat (secepat terjadinya)
    Penyimpanan informasi yang lebih up-to-date
    Derajat pengontrolan yang lebih efisien
  2. Struktur organisasi yang berorientasikan strategi
    Kesesuaian yang lebih baik antara struktur dengan kebutuhan-kebutuhan pasar dan produk
    Fleksibilitas lebih besar melalui hubungan yang dipikirkan dengan lebih matang antara faktor-faktor organisasi yang standar dengan yang tersendiri
    Perbaikan kemampuan organisasi untuk bereaksi
    Tingkat pelayanan yang lebih tinggi
    Sebuah alur komunikasi yang dirancang dengan lebih baik diseluruh organisasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan kompetitif
  3. Penggunaan potensi pegawai dengan lebih baik
    Pemisahan antara kerja rutin dan kreatif
    Dorongan dan dukungan dari tugas-tugas kreatif
    Kerja tim oleh para spesialis
    Motivasi yang lebih tinggi untuk mencoba hal-hal baru
    Tersedianya data untuk analisis sendiri
  4. Gaya kepemimpinan
    Dalam hubungan-hubungan pelanggan internal dan eksternal
    Komunikasi timbal balik yang bebas
    Prosedur-prosedur administrasi yang rasional
  5. Orientasi Pelanggan
    Informasi yang lebih baik tentang pelanggan
    Layanan advis yang lebih menyeluruh
    Dukungan dalam memecahkan masalah-masalah individual
    Prosedur-prosedur penjualan yang lebih efisien

Tujuan Perencanaan dan Pengawasaan Produksi

Perencanaan dan pengawasan produksi adalah penentuan dan penetapan kegiatan-kegiatan produksi yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan perusahaan pabrik tersebut dan mengawasi kegiatan pelaksanaan dari proses dan hasil produkai agar apa yang telah direncanakan dapat terlaksana dan tujuan yang di harapkan dapat tercapai.Tujuan perencanaan dan pengawasan produksi :

  • Mengusahakan supaya perusahaan pabrik dapat menggunakan barang modalnya seoptimal mungkin
  • Mengusahakan supaya perusahaan pabrik dapat berproduksi pada tingkat efisien dan efektifitas yang tinggi.
  • Mengusahakan agar supaya perusahaan pabrik dapat mengusai pasar atau bagian pasar yang luas. Hal ini memungkinkan apabila perusahaan pabrik dapat :
    a) Berproduksi dengan biaya yang rendah,
    b) Menjual produksi dalam jumlah yang banyak.
  • Mengusahakan agar kesempatan kerja yang ada pada perusahaan pabrik menjadi rata dalam waktu tertentu.
  • Memperoleh keuntungan yang cukup besar bagi pengembangan dan kemajuan perusahaan pabrik.

Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan produksi :

  • Proses produksi yang terdiri dari proses produksi terputur-putur (intermittent process manufacturing) atau proses produksi yang terus menrus (continous process).
  • Jenis dan mutu barang yang diproduksi.
  • Barang yang diproduksi apakah merupakan barang baru ataukah barang lama.

Judul Judul

Isi disini

Judul Judul

Isi disini