cover-facebook-2015

Beberapa hari lalu Alhamdulillah Chaidir’s Web telah sukses mengadakan First Giveaway Chaidir’s Web. Selama lebih kurang dua minggu, acara tersebut berhasil mengundang beberapa sahabat untuk turut berpartisipasi membuat tulisan tentang pandangan seputar weblog ini. Iyaa, karna saya pribadi pun sadar bahwa sebenarnya weblog ini masih jauh dari kata sempurna. Tidak usah muluk-muluk sempurna, dikatakan baik saja masih belum tentu. Oleh karna itulah saya memilih tema Review Blog dengan maksud supaya saya bisa menilai sejauh mana kinerja dari Chaidir’s Web.

Menuju-Weblog-Bahasa-Indonesia

Di tulisan Metamorfosis Menjadi Seorang Blogger, saya sudah cukup panjang lebar menjelaskan secara garis besar tentang proses perjalanan saya dari masa ke masa hingga akhirnya berhasil menemukan ide membangun personal weblog Chaidir’s Web ini. Walaupun disitu dikatakan bahwa saya sudah mulai mengenal blog sejak tahun 2008, bukan berarti saya sudah banyak mengerti tentang dunia peran. Justru malah saya baru merasakan bagaimana menjadi seorang itu ketika di tahun 2013 ini.

Mengadakan Giveaway bertemakan Review Blog menurut saya pribadi bukanlah suatu hal yang bisa disepelekan begitu saja. Sebagai penyelenggara atau pemilik blog yang direview tentu secara tidak langsung sebenarnya kita pun juga dituntut untuk bisa lebih terbuka dalam hal menerima masukan ataupun pandangan-pandangan dari para sahabat . Sangat disayangkan apabila setelah blog kita direview, tapi hasilnya malah tidak ada sama sekali perubahan yang kita lakukan untuk menjadi lebih baik.

Nah, lewat tulisan ini saya akan mencoba membahas beberapa masukan atau pandangan sahabat untuk Chaidir’s Web yang kemarin sudah saya rangkum. Mungkin dari sini kita bisa sama-sama belajar dan saling berbagi pengalaman seputar blog. Kalau ada sahabat yang ingin menambahkan masukan juga boleh kok, nanti tinggalin aja komentar dibawah tulisan ini.

Pandangan Sahabat tentang Chaidir’s Web

“Saya sendiri lebih suka menampilkan homepage yang memamerkan artikel-artikel daripada halaman-halaman statis.” Pak Dhe Cholik

Untuk mengubah halaman beranda dengan konsep tampilan artikel seperti itu rasanya saya butuh waktu juga Pak Dhe. Jadi, saya harus pikir-pikir dan pelajari terlebih dahulu. Karna memang dari awal pun saya memang punya maksud kenapa membuat halaman statis seperti itu.

“About Me seyogyanya halaman ini diisi identitas pribadi secara singkat, baru uraian tentang blognya.” Pak Dhe Cholik

Iyaa benar. Saya setuju dengan pendapat ini. Tapi waktu itu sebenarnya saya emang sengaja gak jelasin tentang pribadi. Saya pikir kalau emang ada sahabat yang mau tahu lebih banyak mending langsung berteman aja lewat Facebook. Hehehe..

“Layout blog perlu ditata ulang agar pengunjung dapat segera menemukan apa yang dibutuhkan. Kesederhanaan theme dan kemudahan mengakses blog kini menjadi idaman setiap pengunjung.” Pak Dhe Cholik

Ini salah satu yang membuat saya agak kurang percaya diri. Tapi saya sudah terlanjur nyaman dengan konsep tampilan seperti sekarang ini. Jadi mungkin kedepan saya akan coba pikirkan kembali deh.

“Ternyata blog ini hampir mirip dengan blog saya (BlogCamp) isinya campur-campur. Artikel yang cukup banyak menunjukkan bahwa mas Chaidir rajin mengupdate blognya. Hal inilah yang menguntungkan karena robot Google akan mempunyai banyak pilihan untuk menilai blog tersebut.” Pak Dhe Cholik

Yeee… berarti kita sama pak dhe! Heheheh.. Kalau saya sih awalnya itu cuman karna supaya lebih mudah aja untuk ngembangin ide-ide tulisan di weblog ini. Kan jadi banyak pilihan.

“Lebih memperhatikan blognya, agar dari setiap menu dapat kiranya terisi dengan sempurna. Atau mungkin sebaiknya di isi dengan hal yang memang di butuhkan bagi pengunjung juga Mas Chaidir sendiri. Agar pembaca tidak meninggalkan kesan kecewa dengan fitur dan conten yang di hadirkan.” Imam Jaswan
“Kalo ada Menu ‘BOOK’. Alias perpustakaan. Tetapi kok belum ada bukunya ya? Hayoo belum diisi ternyata.” Vera Astanti

Iyaa, memang kemarin ada beberapa pilihan menu laman yang belum sempat saya isi. Tapi kedepan Insya Allah pasti saya akan lengkapi lagi.

“Waspada kepada setiap konten yang akan di masukkan ke dalam posting ataupun blognya, supaya kapasitas gambar tidak membuat beban blog menjadi lemot dan lama untuk dibuka.” Imam Jaswan

Setuju dengan pendapat ini Mas Jaswan! Saya juga gak suka sih ukuran halaman artikel sampai menjadi terlalu berat. Untuk mengurangi kapasitas gambar, memang saya jarang ngelakuin itu. Biasanya iyaa langsung upload saja. Tapi ini akan saya coba untuk kedepannya.

“Gimana kalo sedikit ditambahin nuansa warna warni, biar lebih ceria. Nggak usah berlebihan sih, secukupnya aja. Yang penting, jangan stuck di warna kelam, abu-abu.” Intan Kumala

Untuk warna dengan berat hati saat ini saya masih agak kurang setuju untuk menambahkan warna lain diluat dari kombinasi warna Hitam dan Putih. Karena ini memang bagian dari karakter Chaidir’s Web. Pun sebenarnya kan di halaman artikel masih ada gambar-gambar yang berwarna kok Mbak.

“Sebenarnya aku lebih setuju jika blog ini diisi dengan satu genre artikel saja karena dengan jenis artikel bervariasi tentu membutuhkan optimisasi SEO yang cukup berat karena google sulit menentukan tema apa dari blog tersebut. Insan Robbani
Niche blog pada Chaidir’s Blog tampaknya belum jelas, menurut hemat saya, Chaidir’s Web masih terklasifikasi sebagai personal blog.” Gus Priyono

Saya juga sebenarnya setuju dengan pendapat ini. Tapi untuk soal genre artikel yang cenderung bervariasi, ini memang sudah menjadi keputusan dan pilihan saya dari sejak awal. Jadi, kalau pun butuh perjuangan untuk optimasi SEO mau gak mau iyaa harus saya coba aja deh. Tepatnya saya lebih suka menyebut Chaidir’s Web ini sebagai personal weblog.

“Kayaknya akan lebih bagus jika navigasi ini diletakkan di sebelah atas. Itu menurut saya lho. Kalau diletakkan dikiri sepertnya sudah biasa. Kolom navigasi ini dijadikan satu dengan kolom Search.” Darto Iwan

Hmmmm,, untuk sekarang saya masih belum bisa memakai saran ini, Mas.

“Laman yang tadinya ada di atas, malah berubah ke samping. Dan juga pada bagian ini, si pemilik blog mengkombinasikan antara laman dan widget blog. Nah, disinilah letak yang agak bertele-telenya menurut gue. Coba deh kalo misalnya pada bagian ini hanya menampilkan widget blog saja dan laman blog tetep ada di bagian atas. Mungkin kelihatan lebih elegan gimana gitu.” Angga Sikonyols

Hampir sama dengan tanggapan Mas Darto. Saya memang sengaja gak menampilkan tampilan menu diatas halaman bagian artikel, tapi letak menu itu sudah cukup digantikan dengan adanya sidebar di sebelah kiri. Untuk kombinasi antara laman dan widget saya sudah coba perbaiki.

“Sedikit koreksi juga nih, kan, navigasi area ini di buat dengan konsep pull down saat di klik (akordion). Sayang aja kalo seandainya di buat dengan mode “fix” artinya saat postingan di scrollbar, yang bergerak hanyalah tampilan postingan, widget tidak ikut bergerak. Terus juga, untuk widget “copyright” menurut gue salah isi deh. Masa’ semacam “attribution” tapi di isi dengan iklan ?” Angga Sikonyols

Soal letak sidebar dengan mode fix ini sih, saya masih nyaman yang begini Mas. Mungkin untuk kedepan saya coba pikirkan lagi deh masukannya. Untuk penamaan widget emang saya cuman asal-asal aja buatnya kemarin. Hehehe.. Sekarang sudah saya perbaiki kok.

“Tulisan Search here dengan warna yang kurang jelas sehingga cenderung tidak terlihat. Akanlebih bagus kalau warna tulisannya dibuat hitam atau putih sekalian.” Darto Iwan

Saya setuju dengan saran ini. Tapi sampai kemarin saya masih belum berhasil untuk perbaiki warna Search Here itu, Mas. Nanti saya coba lagi deh.

“Tampilan Daftar isi. Hanya saja keserasian belum didukung dengan kesesuaian besar huruf. Huruf masih terlalu kecil dibandingkan dengan tempat yang disediakan. Akan lebih bagus jika besar huruf disesuaikan dengan tempat yang disediakan dan warna tetap bertema sephia.” Darto Iwan
“Ketika saya ada di halaman arsip saya merasa itu bukan Chaidir’s Web, warna-nya berubah, sudah hilang identitas putih hitam minimalis kesukaan saya.. :)” Abdur Rosyid

Terimakasih untuk dua pendapat ini. Sekarang tampilan Daftar Isi sudah saya perbaiki. Mudah-mudahan desainnya sudah lebih sesuai dengan karakter Chaidir’s Web.

“Cuma ada satu duplikasi yang terdeteksi di web bookmark.dewaseo.com. Kok bisa sampai seperti itu, tentu ada ceritanya. Pemilik blog Chaidir yang lebih jelas masalah ini.” Darto Iwan

Kalau menurut saya itu dikarenakan ketika men-submit artikel itu saya masih menggunakan teks original untuk deskripsi satu paragraf di bookmark.dewaseo.com jadi makanya ketika dipencarian akan muncul semacam duplikasi. Mungkin memang lebih baik jika kita memberikan kalimat baru untuk deskripsi artikel tersebut.

“Anehnya, saat saya mencari “cord nona” sebagaimana telah direkam oleh Alexa, justeru saya tidak mendapatkan hasil.” Gus Priyono

Maaf Mas kalau soal ini saya rasa kesalahannya terletak di keyword yang dimasukkan. Maklum search engine saya kan belum secanggih milik Google, jadi wajar lah pencariannya gak bisa bedain antara “cord nona” dengan “Chord Nona”. Hehehe..

“Yang jadi pertanyaan saya yaitu apa manfaat tombol “Tampilkan Semua Pos”? Ketika tombol itu diklik, justeru pembaca diarahkan ke portal lagi.” Gus Priyono

Nah, ini salah satu kekurangan jika kita menggunakan halaman statis di beranda (homepage). Karna secara default link anchor text “Tampilkan Semua Pos” itu akan menuju alamat beranda blog kita. Terimakasih untuk kritiknya Mas, sekarang sudah saya perbaiki.

“Edisi Kartun Wakdir dan Wakder. Diantara percakapan mereka, diberi nuansa-nuansa lain. Misalnya, ditambah dengan background yang sesuai dengan situasi obrolan mereka, atau diberi tambahan ekspresi seperti burung yang terbang-terbang di atas kepala,  atau ada bayangan lampu diatas kepala (menggambarkan mereka menemukan ide), dan lain-lain.” Pudja Kusumah

Insya Allah nanti kalau saya ada kesempatan lagi untuk membuat episode terbaru dari edisi kartun Wakdir dan Wakder, saran ini akan saya coba terapkan.

“Satu tulisan cukup masuk satu kategori menu saja. Saranku untuk si empunya web, untuk memilih satu saja dari kategori-kategori yang tersedia, yang dirasa paling sesuai dengan isi tulisannya. Karena kalau masuk dua kategori seperti itu, kesannya jadi double-double gitu tulisannya.” Pudja Kusumah

Sudah terlanjur Mbak. T_T Dari awal saya sudah memang buat lebih dari satu kategori untuk setiap tulisan. Untuk sekarang saya paling cuman ngelanjutin kategori yang sudah saya buat dari kemarin-kemarin itu. Kalau mau dirubah lagi konsepnya, terpaksa saya harus perbaiki semua tulisan donk.

“Tampilan Index Blog terkesan sedikit puyeng n ruwet ya. Tampilannya jadi seperti bertumpuk-tumpuk gitu. Mataku perlu sedikit dipicingkan agar terlihat jelas batasan-batasan dari setiap tulisannya.” Pudja Kusumah
“Dasar dari tampilan Chaidir’s Web ialah masih bawaan Blogger. Namun, hampir 80% isinya di rombak habis oleh si pemilik blog.” Angga Sikonyols

Untuk halaman index Blog sebenarnya saya menggunakan gaya tampilan Masonry. Memang seperti itu bentuknya. Kotak-kotak dalam beberapa kolom, ada yang panjang nya berbeda tapi ada juga yang panjang setiap kolomnya sama rata. Jadi untuk template ini bukan dari bawaan Blogger, tapi ada script nya.

“Bagian untuk “comment” di bikin langsung aja dengan content, karena pada dasarnya visitor nyari yang gampang, mudah, dan murah-meriah.” Angga Sikonyols

Iyaa sih. Tapi sebenarnya kemarin kenapa saya buat tersembunyi gitu, saya pikir supaya gak terlihat terlalu panjang aja kebawah. Jadi, efeknya komentar ada dibalik dari tulisan artikel.

“Jangan sampai lupa untuk bikin paragraf dalam postingan, karena kalo nulis blog tanpa ada paragraf, visitor bakal males banget membacanya.” Angga Sikonyols

Makasih udah ngingetin Mas. Saya juga kurang suka emang dengan tulisan yang gak pakek paragraf seperti itu. Untuk diawal-awal belajar nulis sendiri kemarin memang saya belum sadar tentang ini, tapi kalau sekarang mudah-mudahan saya udah mulai ngerti kok.

“Waktu publish blog, rasanya jangan deh sehari sampai bisa berkali-kali posting. Kesannya terlalu memaksakan gitu. Kasih jedahlah… satu hari mungkin. Lagian google pun meng-index sebuah postingan blog itu, membutuhkan waktu 1 hari lho. Agar bisa mendapatkan sitelink seperti itu, sebenarnya sangatlah muda. Hanya saja masalah waktu, bagaimana cara kita untuk mengoptimalkan teknik SEOnya, dan banyak-banyak berdoa.” Angga Sikonyols

Dua kritikan dan saran ini benar-benar membuat saya gak berdaya. Hahahah.. Berasa kayak dapat nasehat dari guru atau orangtua gitu. Saya cuman bisa manggut-manggut aja deh. Makasih Mas Angga udah mau berbagi tips SEO nya.

“Istilahnya sulit bener untuk dipahami. Jadi ya mas Chaidir, kalau ente emang baikan, kapan-kapan diajarin tutorialnya yang lebih detail lagi ya.” Uniek Kaswarganti

Hehehe.. ini sindiran kenak banget. Iyaa maklum deh Mbak, namanya juga masih belajar nulis saya nya. Untuk kedepannya setiap mau buat tutorial pasti saya bakalan inget nasehat dari Mbak Uniek.

“Sayangnya tiap kali menu atas kena pointer, tulisannya jadi hilang, sehingga yang nampak cuma anak menunya saja. Sengaja begitu atau gimana sih mas Chaidir?” Uniek Kaswarganti

Awalnya memang sengaja dibuat begitu Mbak. Tapi setelah saya renungkan satu hari satu malam, kayaknya saya setuju deh dengan sarannya. Jadi mulai sekarang tampilan menu di halaman index udah gak hilang kok setiap kenak pointer (hover).

“Masa blog yang isinya udah banyak plus bagus kayak gini masih N/A. Kok sama dengan blog ala emak-emak punyaku yang amburadul itu.” Uniek Kaswarganti

Sebenarnya bukan cuman Mbak Uniek yang mengkritik soal PageRank Google ini, peserta yang lain juga banyak yang bahas. Tapi apalah daya, pulaknya Google pun belum merilis kapan pastinya Update PageRank di tahun ini. Doakan saja yaa mudah-mudahan Chaidir’s Web bisa dapet nilai yang bagus dari Mbah Google.

“Membuat desain brosur kreatif, terlalu banyak Font yang digunakan. Pembuatan sesuatu produk stationary kid ataupun corporate identity ini harus lebih ke arah ‘menjual’. Maksudnya menjual ini adalah cara penyampaian yang singkat tapi jelas dan juga tidak membingungkan ketika dibaca, jadi harus ada satu kata yang menjadi Point of Interest dan tidak terlalu banyak font.” Ranseed

Setuju!! Saran ini benar-benar bermanfaat buat saya. Kedepan setiap mau buat desain kayaknya saya perlu belajar deh dari Mbak Rian Nofitri. Untuk desain brosur Open Recruitment MP kemarin itu iyaa memang saya akui saya terlalu over nampilin variasi jenis font.

“Di laptop gue yang ukurannya 14 inch, keliatannya pada bagian ini tampilannya jadi padat. Mungkin itu karena ukuran sidebar di samping kiri yang terlalu besar. Gue ngerasa pasti akan lebih bagus kalau ukurannya di kecilin atau mungkin lebih baik kalau di letakkin diatas.” Ocehan Juno

Untuk masalah ini saya belum bisa atasi Mas Juno. Maklum saya gak punya laptop 14 inchi sih. Sebenarnya itu dikarenakan saya makek persentase (%) untuk ukuran lebar sidebar nya. Jadi dia menyesuaikan dengan ukuran dari layar. Kalau kecil juga jadi makin kecil.

“Saya sering mengunjungi blog ini, tapi saya baru sadar akhir-akhir ini bahwa ada satu hal “aneh” dari logo Chaidir’s Web. Saya menemukan seperti ada huruf S atau angka 5. Saya heran saja kenapa web.id-nya harus ada didalam tanda seru.” Abdur Rosyid

Untuk keanehan seputar logo Chaidir’s Web ini, kemarin saya sudah buat penjelasan lengkapnya di tulisan saya yang berjudul Rahasia Dibalik Logo Terkenal. Mudah-mudahan dengan artikel itu logo Chaidir’s Web gak dianggap aneh lagi yaa.

“Terjemahan antar muka bahasanya masih tidak semua berbahasa Indonesia. Masih banyak saya menemukan kata-kata bahasa Inggris dibagian menu dan lainnya.” Abdur Rosyid

Untuk saran terakhir ini benar-benar saya acungi jempol deh! Jujur memang saya gak ada kepikiran tentang penggunaan bahasa ini dari awal. Alhamdulillah Kopiah Putih kemarin mengingatkan saya. Dan sekarang Insya Allah saya pun sedang dalam tahap proses untuk pemantapan. Dalam hal penggunaan terjemahan antar muka dengan bahasa Indonesia.

— fin —

Nah, jadi kurang lebih kira-kira ini lah manfaat yang bisa saya ambil dari Giveaway kemarin. Mungkin tulisan ini juga bisa menjadi semacam acuan bagi saya selaku pemilik weblog Chaidir’s Web ini. Agar kedepannya saya pun tidak begitu saja melupakan kritik, saran, masukan dan pendapat dari sahabat-sahabat . Ini benar-benar merupakan pelajaran berharga dan jarang-jarang juga saya bisa dapetin banyak nasehat dari – senior.

Menuju Weblog Bahasa Indonesia – Kesimpulannya dari itu semua, saran yang sangat berkesan bagi saya pribadi adalah yang terakhir. Bagaimana pun rasanya memang benar juga, masih banyak kalau diperhatikan – bangsa Indonesia yang malu atau tidak perduli dengan penggunaan bahasa negerinya sendiri. Padahal sudah seharusnya memang kita lah yang wajib membanggakan bahasa Indonesia ini.

Bahkan kalau dipikir-pikir Google Adsense saja sekarang ini sudah mempertimbangkan kok blog-blog yang menggunakan bahasa Indonesia. Begitu juga dengan website-website besar lainnya seperti Facebook. Bukankah kita berasa lebih nyaman dengan adanya pilihan penggunaan bahasa Indonesia??

Lantas, kenapa kita masih lebih memilih untuk terus menggunakan bahasa Asing di blog yang sedang kita kembangkan?? Iyaa walaupun isi tulisan artikelnya dari awal sampai akhir pakek bahasa Indonesia, tapi gak jarang kan terjemahan antar muka yang kita gunakan masih English gitu. Kalau begini bisa dibilang berarti memang kita belum termasuk yang cinta Indonesia 100%.
Setuju??

Selamat Beraktifitas Sahabat.. Semangat Berkarya!!

14 Komentar pada tulisan

Berikan Tanggapan atau Komentar

Sudah baca tulisan saya diatas sampai selesai, kan?
Kalau begitu silahkan berikan tanggapan yang baik yaa! ^_^
Setiap komentar dari sahabat bisa menambah semangat saya untuk terus berkarya melalui blog ini.

Jika Anda suka blog ini HARAP matikan plugin AdBlock Anda! KLIK CARANYA
Hello. Add your message here.
Read more:
Training Hypnobirthing, Teknik Melahirkan dengan Hipnotis bersama Abu Ziyad
Beralih Tampilan Homepage Blog
Close