Fenomena harga tiket pesawat yang meroket tinggi ke angkasa sungguh membuat saya masih belum bisa move on. Heran kok bisa harga flight domestic saja yang mahalnya sampai lebih dua kali lipat, sedangkan rute penerbangan internasional tidak terlalu ada kenaikan. Harga masih relatif normal.

Sebagai contoh, coba kita lihat tarif harga pesawat dalam waktu normal season yaa di sekitar bulan Juli 2019. Dengan rute penerbangan yang tidak jauh berbeda, harga tiket pesawat Jakarta – Pekanbaru terendah berkisar di 1,3 juta. Sedangkan untuk flight Jakarta – Kuala Lumpur bisa didapat hanya dengan harga 500 ribuan.

Perbandingan Harga Tiket Pesawat Domestik Internasional

Padahal kalau dilihat dari maps, jarak ke Kuala Lumpur mestinya sedikit lebih jauh malah. Tapi harganya justru lebih murah. Hitung-hitungannya gimana ini.

Atau memang jalur pesawatnya beda?

Enggak lah. Dari durasi penerbangan saja bisa kita tahu, untuk ke Pekanbaru jarak tempuh menghabiskan waktu sekitar 1 jam 45 menit sedangkan ke Kuala Lumpur lebih lama lagi bisa sampai 2 jam 10 menit.

Kalau memang penyebab utamanya adalah Avtur (red:bahan bakar), kok bisa yang lebih lama terbang malah lebih murah? Apa pihak negara asing men-subsidi ongkos pesawat ke negara mereka?

Seingat saya, dulu sebelum kenaikan harga seperti sekarang harganya tidak jauh berbeda kok. Paling selisih beberapa ratus ribu.

Kenapa saya mempermasalahkan kenaikan harga pesawat ini?

Kalau saja seandainya saya bisa mengatur harga seenak-enaknya saya, pengennya sih yang terjadi adalah kebalikannya saja. Biar gak mengapa kalau yang dinaikkan harga tiket pesawat ke luar negeri. Kalau ingin mendapat keuntungan segala macam.

Untuk rute dalam negeri sudahlah, kalau bisa iya justru dimurahkan saja.

“Kasihan mamak ayah saya belum pernah naik pesawat.” Lah

Kalangan Bawah Mimpi Bisa Terbang, Nunggu Harga Pesawat Murah?

Sebagai pekerja yang merantau lintas pulau Jawa Sumatera, pesawat merupakan sarana transport yang sangat penting bagi saya. Untuk bisa mudik dengan waktu cuti/libur yang terbatas, jalur udara memang solusi satu-satunya.

Semasa masih jomblo masih bisa lah bernafas lega dengan harga tiket pesawat Jakarta – Medan. Sekarang sudah ditambah dengan anak dan istri, mulai semakin terasa.

Bahkan sewaktu harga tiket pesawat masih normal dikisaran 700 ribu – 1,2 juta, itu saja saya harus planning matang-matang dulu jika ingin membawa keluarga kecil ini mudik ke kampung halaman.

Sekarang apalagi!

Semakin-semakin sempit peluang untuk bisa mudik lebaran tahun ini. Faktor pertimbangan utama jelas dalam hal kemampuan finansial.

Bukannya tidak bisa.

Memang bisa saja saya dan keluarga mudik ke Medan ataupun ke Pekanbaru (tempat orang tua istri) tahun ini. Hanya agak disayangkan kalau sampai harus sebegitunya mengeluarkan kocek habis-habisan di transport udara. Paling tidak diatas 10 juta baru ongkos saja. Widih.. widih..

Harga Tiket Pesawat Jakarta Medan

Memang sih yaa, dibanding harga itu bisa jadi nilai dari silaturahim kita ke orangtua dan keluarga besar di kampung halaman rasanya jauh lebih mahal. Apalagi kondisi kita yang jarang-jarang bisa mudik. Kehadiran kita sebagai anak dihadapan orangtua untuk bisa berkumpul bersama apalagi dalam nuansa Idul Fitri, pastilah momen yang ditunggu-tunggu dan sungguh berarti.

(Ah, saya jadi rindu kampung halaman.. )

“Mohon maaf mak.. maaf yaa yah.. anakmu belum bisa pulang ‘lagi’ di tahun ini. ”

Akankah Harga Tiket Pesawat Mahal Seterusnya?

Tahun lalu, kami pun belum bisa mudik lebaran namun bukan karna faktor harga tiket Pesawat. Justru momen menjelang lebaran tahun lalu harga pesawat Medan – Jakarta masih relatif normal.

Qodarullah, saat itu istri saya baru selesai melahirkan putri pertama kami. Tanggal 1 Juni 2018 menjelang beberapa waktu sebelum lebaran. Jadinya meski kami tidak pulang, orangtua istri (ayah dan ibunya), adik istri serta mamak saya lah yang datang kesini. Alhamdulillah..

Lalu, kira-kira apakah memang harga tiket pesawat saat ini sudah final dan berlaku sampai seterusnya?

Wallahu a’lam..

Saya sendiri tidak tahu dan belum bisa memperkirakan.

Mungkin ada teman-teman yang bergelut di bidang penerbangan atau pemerintahan yang bisa ikut berdiskusi di kolom komentar. Barangkali ada penjelasan yang lebih valid dan bisa diterima dengan lapang dada oleh semua kalangan. Khususnya kalangan menengah ke bawah.

Soalnya kalau sekedar melihat cuplikan-cuplikan penjelasan yang ada di berita, rasanya kok kurang detail yaa. Atau saya nya yang gak paham.

Yang jelas, saya masih berharap ada kemudahan dari pemerintah terkait masalah ini. Saya masih belum siap dengan harga yang naiknya sampai dua kali lipat lebih.

Kalau ada yang nyinyir komentar, udah sih daripada ngeluh mending sekarang mulai berpikir gimana cara supaya bisa nambah penghasilan untuk nutupin kekurangan yang dialami saat ini.

Oke fine!

Memang benar.
Sederhananya memang seperti itu.
Yasudah mau bahas apalagi kalau gitu.

***

Sebagai penutup,

Saya doakan semoga setiap orang yang mengalami masalah finansial terkait dengan adanya kenaikan harga tiket pesawat saat ini, dimudahkan rezekinya, dilancarkan segala usahanya.. Aamiin..

Belum ada Komentar pada tulisan

Berikan Tanggapan atau Komentar

Sudah baca tulisan saya diatas sampai selesai, kan?
Kalau begitu silahkan berikan tanggapan yang baik yaa! ^_^
Setiap komentar dari sahabat bisa menambah semangat saya untuk terus berkarya melalui blog ini.